JALAN-JALAN KE SWISS , MENGINTIP PEMBUATAN KEJU DI BRUSON

Posting hari ini kita akan ke Eropa tepatnya akan membahas tentang negara yang terkenal dengan kejunya. Ehmmm…..kira kira mau kemana ya ? Yuk kita jalan jalan ke Swiss untuk Mengintip Pembuatan Keju di Bruson .
Happy reading !

ImageImageImage

Kebanyakan dari kita mungkin mengenal keju dari Belanda yang berbentuk apel besar , biasa di sebut keju edam untuk membuat kue atau keju kraft buat pelengkap sarapan yang banyak dijumpai di supermarket . Nah bagaimana dengan keju Swiss yang beragam ? Setidaknya  lebih dari 450 jenis keju Swiss yang telah dikenal . Mulai dari yang keras padat hingga yang lembut seperti krim , dan bentuknya mulai dari yang sebesar ban vespa sampai sekecil biskuit . Bahannya pun beagam , mulai dari keju sapi , domba , kambing hingga kerbau . Wah , ditanggung bagi penggemar keju dijamin lidahnya bakal menari nari .

KEJU BRUSON DI LERENG PEGUNUNGAN ALPEN
Tidak seru rasanya kalau Cuma mengenal beragam jenis keju Swiss lewat kemasan yang terpajang di suepermarket . Jika Anda berliburke Swiss , ada sebuah sentra pembuatan keju paling terkenal dan produknya banyak di jumpai di supermarket , yakni Le Gruyere . Tapi kali ini kita akan menjelajah ke Bruson .
Bruson adalah sebuah desa kecil di lereng pegunungan Alepen , di sana ada rumah produksi keju tradsional yang lezatnya tak kalah sohor dari Le Gruyere . Dan karena masih jarang dikunjungi wisatawan , makatentu saja tempatnya pun menjadi lebih eksklusif .

Untuk menuju Bruson tidaklah sulit . Desa yang letaknya sekitar 160 km dari Geneva menuju kota Martigny , lalu sambung dengan kereta jarakpendek St.Bernard yang akan berhenti di stasiun kecil Le Chable . Dari stasiun ini , kita bisa langsung menumpang bus La Poste yang bergerak setiap beberapa menit menuju lereng Alpen dan menyingahi salah satu halte di Bruson .
Meskipun semua peunjuk berbahasa Perancis , namun tidak sulit menemukan tempat-tempat yang di tuju , kerana setiap belokan dan desa selalu diberi nama yang jelas . Lagi pula di stasiun Le Chable ini terdapat kantor turis yang bisa ditanyai segala hal mengenai tempat-tempat di sekitar Val de Bagnes ( semacam distrik yang menaungi pedesaan setempat , termasuk Bruson .
Bruson adalah sebuah desa kecil yang damai , berada di ketinggian 1080 meter dari permukaan laut . Rumah penduduk hanya berjumlah sekitar 60 buah dan sebagian adalah penduduk dari wilayah lain yang sengaja memiliki rumah di Bruson unuk liburan akhir pekan (semacam puncak di cianjur ) .

Kebanyakan wilayahnya dipenuhi padang luas dan ladang pertanian . Sehingga pemandangannya pun luarbiasa cantik nya . Apalagi dikelilingi gunung-gunung  yang merupakan bagian dari gugusan pegunungan Alpen yang puncaknya slalu berlumur salju dan lerengnya dikerumuni beberapa perkampungan dan kota-kota kecil .
Bruson juga kerap menjadi daerah tujuan wisata ski pada musim salju . Pemerintah setempat menyediakan area dan fasilitas khusus untuk turis , lengkap dengan kereta gantungnya untuk menikmati panorama luruh desa dan sekitarnya . Jadi bila berkunjung ke Bruson , jangan lupa membawa kamera yang bagus untuk mengabadikan pemandangan alamnya yang sangat menawan itu .

BERCITARASA “KEJU BANGET”
Karena wilayahnya yang kecil , maka tidak sulit pula untuk menemukan rumah pembuatan keju tradisional Eddy Bailifard Fromagerie di Bruson . Ketika bertndang ke pabrik  nya yang sekaligus berfungsi sebagai gudang dan toko kecil, Anda akan disambut pemiliknya dengan ramah .
Anda akan diajak melihat langsung proses pembuatan keju dan djelaskan mengapa keju buatan mereka dianggap memiliki citarasa keju banget . Bahan makanan terenak adalah salah satu kuncinya . Sapi-sapi dan domba yang akan diperah susunya , biasanya dilepas kepadang rumput di puncak-puncak bukit ada musim panas selama 100 hari . Jenis rumputnya beragam , kebanyakan memiliki bunga-bunga beraneka warna , karena rumput berbunga akan menghasilkan susu sapi atau domba yang kaya rasa dan wangi .

Susu hasil perahan kemudian ditampung setiap pagi , lalu disaring dengan penyaring khusus untuk memjamin higienitas nya . Dalam wadah besar , susu itu kemudian diaduk dengan tekanan tinggi , lalu diberi ragi atau asam fermentasi untuk membantu pembekuan susu . Setelah cukup kental dan menghasilkan butiran-butiran kasar , dibiarkan 30 menit , kemudian dipanaskan dalam temperatur 40 derajat celcius . Setelah itu disaring dan dicek kekeringan lemaknya . Bagian yang lunak dijadikan keju cair atau serac , sedangkan bagian yang padat dimasukkan kedalam cetakan dan dipres selama 24 jam , lalu direndam dalam air dengan kadar garam yang berbeda beda sesuai rasa yang diinginkan .

Keju RacletteKeju Raclette   Image keju tommes  Image

Image       Image  

Image
Keju yang telah melewati proses perendaman kemudian disimpan di ruangan bertemperatur konstan antara 10-12o C, dan setiap 3 bulan posisinya dibalik untuk menjaga tata suhu dan warnanya di seluruh permukaan keju. Semakin lama disimpan semakin baik. Karena semakin keras dan kecoklatan warnanya semakin lezat rasanya. Sehingga tak heran jika ada istilah keju muda dan keju tua untuk membedakan lama penyimpanan dan kualitas keju tersebut.
Usai meyaksikan proses pembuatannya kalian akan diajak memilih beragam jenis keju yang sudah siap olah dan siap santap di toko kecilnya yang sehari-hari melayani penduduk desa setempat dan pendatang dari wilayah lain. Mulai dari keju untuk raclette (makanan tradisional Swiss) yang berdiameter sekitar 40 cm dan tebal 6 cm, keju mi-gras (rendah lemak), tommes (keju putih berbentuk bulat sedang dan kecil, bagian dalamnya lunak), serac (keju cair). Semua masih dalam kemasan tradisional/asli yang tentu saja berbeda dengan kemasan-kemasan modern di supermarket. Jadi pas banget buat oleh-oleh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s