PARC DES TOPIAIRES Taman Era Romawi Kuno di Tengah Kota Terkecil di Dunia

PARC DES TOPIAIRES

Taman Era Romawi Kuno di Tengah Kota Terkecil di Dunia

ImageImage  

Hai para sobat readers, kali ini saya mau share tentang dunia traveling. Kalau beberapa waktu lalu ngeshare traveling ke Korea *tempatakulahirckck, sekarang aku bakalan ngeshare traveling ke Belgia, tepatnya di Durbuy (nama desa di Belgia) yang bisa kalian jadiin tempat traveling Anda. Oiyaa… Belgia itu negara asal komik Tintin.Pasti kalian tauuu kann *pastigaktauL . Yaudah deh biar tau, dan tambah-tambah pengetahuan nih aku kasih tau infonya. Let’s  Check it out !

Image

Belgia bukan Cuma Brussels. Mengunjungi negara asal komik Tintin, kurang afdol rasanya jika tidak singgah ke Durbuy. Sebuah desa dari abad pertengahan yang tekenal dengan julukan ‘’kota terkecil didunia’’. Bila mempunyai cukup waktu, sempatkan diri mengunjungi kawasan yang terletak di utara Belgia itu. Desa yang ‘’naik pangkat ‘’ menjadi kotamadya sejak tahun 1331 berada diantara kota Liege, Marche dan Namur. Berjarak sekitar 120 km dari ibukota Brussels, Durbuy termasuk dalam propinsi Luxembourg, nama yang sama dengan negara tetangga Belgia bagian selatan. Satu-satunya cara terbaik  mencapainya adalah dengan menggunakan mobil dengan waktu tempuh 1,5  hingga 2 jam, lalu dilanjutkan dengan menggunakan bus. Jika Anda menguasai bahasa Prancis atau Belanda adalah sebuah keuntungan ketika Anda mengunjungi tempat ini.

Kota ini berdiri tahun 1078. Data tahun 2007 *sekarang2013 *belumUpdatelagi menunjukan bahwa kota mungil ini hanya dihuni 10,633 jiwa. Jalan-jalan sempit berbatu yang disebut kinderkopjes (kepala anak-anak), yang terhimpit ua berarsitektur abad 15-17 memberi kesan sebuah tempat asri nan klasik. Tempat ini tenar dengan produksi bir dan selai, selain itu tentu saja coklat belgia yang tersohor diseluruh dunia. Hingga kini, masyarakat Durbuy masih masih mempertahankan karakter tradisionalnya. Ada beberapa tempat industri rumahan yang menyuguhkan proses pembuatan bir bagi publik. Dalam pabrik pembuatan bir Marckloff dan jam Confiture mislanya, kita dapat menyaksikan proses produksi yang masih dilakukan secara tradisional.

Mulai dengan menyusuri tepian sungai Ourthe. Sebuah kastil tua, d’Ursel berdiri sejak tahun 1628 menjadi ‘santapan’ indah bagi mata. Para turis menggunakan kayak atau perahu karet menyusuri sungai Ourthe yang bersih itu. Airnya mengalir tenang dan bebas sehingga sekumpulan ikan pun dapat terlihat didasar sungai. Sekawanan sapi-sapi gemuk disebuah peternakan menjadi pemdangan lain.

Selanjutnya, Anda bisa langsung menunjuk ketempat yang menjadi magnet wisatawan. Parc des Topiaires (topiaires park) namanya, dibuka sejak abad    ke-17 dan merupakan taman topiary terbesar di Eropa, bahkan dunia. Sebuah taman luas dengan koleksi tumbuh-tumbuhan unik dan indah.  Beragam tanaman ditata, dipangkas dan dibentuk sedemikian rupa menyerupai sosok manusia, hewan dan bentuk lainnya. Dalam taman seluas 10.000 meter persegi ini, kita bisa menikmati pemandangan khas berupa lebih dari 250 figur yang dibuat dari berbagai jenis pepohonan. Lebih 250 figur diantaranya telah berumur lebih dari 120 tahun.

Taman di tepi sungai Ourthe ini merupakan hasil karya hidup dari Albert Navez, penemu lokasi taman itu. Sejarahnya bermula ketika Navez membawa sejumlah kotak tumbuh-tumbuhan dari jenis semak-semakan. Kemudian dia melakukan percobaan dengan membentuk dan memangkas  beberapa jenis tumbuhan yang 95% diantaranya bertipe pohon Box. Jenis lain meliputi pohon yew, laurel, holly serta cypress. Barisan pohon itu dipangkas menjadi berbagai betuk sesuai keinginan. Singkat kata, hobi itu akhirnya memjadi pekerjaan tetap Navez.

Seni mambentuk tanaman ini asal muasalnya dari zaman romawi, sekitar pertengahan abad pertama masehi. Kaa topiaries sendiri merupakan adopsi dari bahasa romawi, Topiairus, yaitu nama pengurus taman milik penulis romawi, Plinius. Ia adalah seorang yang membawa keahlian pahat tanaman dari Mesir dan Syiria ke Roma. Seni keterampilan anaman ini sempat dilupakan setelah era kejayaan romawi berakhir. Pada masa Renaissance kisaran abad 17- seni Topiary kembali populer terutama di Inggris, Italy dan Belanda .

Melewati sebuah pagar yang terbuat dari tanman langsung mengarah kesebuah bangunan yang menjadi pintu masuk utama. Setelah membayar tiket masuk seharga 4,5 euro, Anda dipersilahkan memasuki taman. Begitu memasuki kawasan bebas polusi ini, kita langsung disiguhi pemandangan hijaunya dedaunan yang memagari sekeliling taman. Semua tampak serba hijau menyegarkan.

Bentuk pertama yang mencuri perhatian saya adalah seperangkat teapot dan coffepot, dibuat dari pohon box. Kedua ‘patung tumbuhan’ berusia 40 tahun itu letaknya dekat dengan sebuah sumur lengkapdengan pipa air tua. Sekedar info, angka 40 merupaka rata-rata usia tanaman di Topiaires Parc. Kita bisa melemparkan koin dalam sumur tua itu sambil mengucapkan suatu permohonan. Sesungguhnya, koin yang dilemparkan itu adalah donasi pengunjung yang akan digunakan  sebagai dana pemeliharaan taman ini.

Dari berbagai bentuk unik tanaman yangada, saya tertarik dengan karya romantis, sebuah patung berbentuk hati engan anak panah. Kreasi ini merupakan bentuk persembahan sang seniman kepada istrinya, Monique, saat mereka merayakan Hari Valentine. Tak Cuma itu, ternyata sosok Pamela Anderson hadir pula disana. Ia terlihat sedang berjemur menikmati teriknya matahari. Memang ada beberapa bentuk wanita besar sedang mandi atau telanjang  yang diperuntukan untuk dikonsumsi kaum pria. Yang ini tentu ukurannya lebih besar dan warnanya hijau !

Setelah berkeliling langkahkan kaki ke lantai dua. Pemandangan spektakuler. Anda bisa mengamati seluruh taman dan oasis yang hijau nan damai. Dibalik bayangan pepohonan Elm, sesekali tampak deretan mobil balap seperti ferrari, maserati dan porsche melaju dalam kecepatan tinggi, melintasi jalan menuruni pegunngan menuju pusat kota.

Pada area kedua, koleksi patung bertema hewan lebih dominan. Seperti wujud kucing yang dikejutkan sekumpulan anjing, juga burung merak, kura-kura, buayadan sekelompok bebek yang menjadi representasi tokoh-tokoh cerita karya H.C.Andersen. Navez juga mendapat inspirasi dari berbagai dngeng lain, kemudian mewujudkannya menjadi bentuk yang serupa dengan aslinya. Tak ketinggalan, sesuai kegiatan outdoor favorit kota ini yakni olahraga kayak berkuda, keduannya ditampilkan disana. Tampak patung joki bersama kudanya sedang melompati rintangan. Sedangkan bentuk mahkota dibuat designer baju asal Perancis, Yves Saint Lurent. Beberapa bentuk tanaman memang khusus dibuat untuk dedikasi terhadap seseorang. Kreasi yang tak klaah unik adalah patung gajah duduk setinggi 4 meter yang dibuat selama 80 tahun. Dibeberapa tempat terdapat barisan petak yang masih kosong. Area-area itu disediakan untuk sejumlah kreasi berikutnya. Karena selain merawat yang sudah ada , mereka juga terus membuat bentuk-bentuk baru. Tentu saja setelah melewati proses yang berlangsung dalam waktu lama.

Suasana alam yang asri dan sejuk, dilengkapi penataan taman yang rapi, manarik serta bebas sampah alias bersih, tentu saja membuat Anda betah berlama-lama mengitari Topiares Parc. Mengasikan seharian bersantai menikmati keindahan  bentik-bentuk patung ‘berbahan’ tanaman dan 4,5 euro memang cukup sepadan sengan yang disajikan, kecuali tarif parkir sharga 3,5 euro. Ketika lelah mengitari taman, beristirahatlah disebuah kafetaria sambil menyeruput hangatnya kopi dan menyantap waffle sepotong kruidkoek atau friteries (french fries) dengan saus spesial khas Belgia. Nikmati air sungai Ourthe  yang terus mengalir mendamaikan hati.

Nah itulah info tentang Belgia,panjang ya bacanya hehe…..Tapi kalo gak percaya bisa dibuktikan dengan berkunjung langsung kesana. Oiya kalo kalian ada yang mau ke Belgia, jangan lupa ajak saya ya *ngarep kan saya yang kasih info *plakk *siapegue. Tapi sekian buat info ini ya, semoga bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s